Samsung Galaxy S25 & S25 Plus: Worth It atau Cuma Gimmick?

GTA777 – Gue udah pake Samsung Galaxy S25 dan S25 Plus lebih dari seminggu, dan jujur aja, gue masih bertanya-tanya: kenapa sih dua HP ini ada?

Desain: Hampir Gak Ada yang Baru

Setiap tahun, perhatian pasti tertuju ke varian Ultra, karena ya, itu model terbaik dan paling mahal. Tapi, Samsung juga selalu ngeluarin versi standar dan Plus buat yang gak butuh fitur “wah” dari Ultra. Masalahnya, di tahun 2025 ini, kayaknya Samsung sendiri lupa kalau Galaxy S25 dan S25 Plus itu eksis.

Dari segi desain, nyaris gak ada perubahan dibanding pendahulunya, Galaxy S24 dan S24 Plus. Masih pakai rangka aluminium yang sama, kaca belakang Gorilla Glass Victus 2, dan layar dengan refresh rate 120Hz—masing-masing 6,2 inci (1080p) untuk S25 dan 6,7 inci (1440p) untuk S25 Plus.

Perubahan paling kentara cuma di desain kamera. Sekarang lensa-lensanya punya bezel hitam yang lebih tebal, biar lebih seragam dengan model Ultra dan flagship foldable mereka, Galaxy Z Fold 6. Itu doang? Yep. Bahkan slot ejector SIM pun cuma dipindah ke sisi lain—gak ada yang signifikan.

Warna: Masih Kurang Variasi

Samsung kasih beberapa warna baru tahun ini, tapi pilihan standarnya terasa membosankan. Paling bold? Navy, dengan warna biru gelap yang elegan. Sisanya?

  • Icyblue – Biru sangat muda
  • Silver Shadow – Mirip Icyblue, tapi lebih keperakan
  • Mint – Silver Shadow dengan sedikit sentuhan hijau

Untungnya, ada warna eksklusif online seperti Coralred, Blueblack, dan Pinkgold yang jauh lebih menarik. Tapi kalau beli HP lewat operator atau toko offline, pilihan lo bakal terbatas banget.

Performa: Upgrade, Tapi Seadanya

Kalau dari luar hampir gak ada yang berubah, gimana dalemannya? Jawabannya: yes and no.

Di semua wilayah, Samsung akhirnya ninggalin Exynos dan full pakai Snapdragon 8 Elite for Galaxy. Ini versi overclock dari Snapdragon 8 Elite biasa, yang tentu aja lebih kencang dibanding Snapdragon 8 Gen 3 di Galaxy S24.

Beberapa peningkatan yang layak dicatat:
✅ Performa lebih kencang – Hasil benchmark multi-core lebih tinggi dibanding HP lain dengan Snapdragon 8 Elite biasa.
✅ Vapor chamber lebih besar (15%) – HP lebih adem saat dipakai nge-game atau rendering berat.
✅ RAM lebih besar untuk model standar – Galaxy S25 sekarang punya 12GB RAM, sama kayak model Plus dan Ultra.

Tapi sayangnya, gak ada upgrade lain yang berarti:
❌ Kamera masih sama sejak Galaxy S21 – Udah 3 tahun gak ada perubahan.
❌ Baterai gak ada peningkatan – Kapasitasnya masih sama kayak tahun lalu.
❌ Charging juga masih sama – Masih pake 25W untuk S25 dan 45W buat S25 Plus, gak ada dukungan MagSafe-like untuk Qi2.

Buat power user, Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 bisa jadi nilai tambah, tapi kalau lo pengguna biasa, fitur ini gak akan terasa bedanya sekarang.

Kamera: Udah 3 Tahun Gak Ada Perubahan

Salah satu bagian yang paling bikin gue kecewa adalah kamera. Samsung masih pake setup yang sama sejak Galaxy S21, dan ini mulai terasa ketinggalan zaman.

✔ Kualitas foto masih bagus, terutama di kondisi cahaya cukup.
❌ Zoom makin berkurang kualitasnya, dan perbedaan warna antara lensa utama dan ultrawide cukup mencolok.
❌ Mode malam belum bisa bersaing sama beberapa flagship lain yang udah pake sensor lebih canggih.

Samsung harus nge-upgrade semua lensa di Galaxy S26, atau mereka bakal semakin ketinggalan dari pesaingnya.

Baterai: Cukup, Tapi Bukan yang Terbaik

Dengan kapasitas baterai yang sama persis kayak tahun lalu, jangan berharap ada lonjakan daya tahan. Memang ada sedikit peningkatan efisiensi berkat Snapdragon 8 Elite, tapi gak cukup buat bikin HP ini bertahan 2 hari penuh.

Kalau lo matiin Always-On Display dan nurunin resolusi S25 Plus ke 1080p, mungkin bisa lebih hemat. Tapi kalau gak, lo tetap harus ngecas tiap malam, sama kayak Galaxy S24.

Galaxy AI: Fitur Canggih, Tapi…

Karena hardware-nya gak banyak berubah, Samsung lebih fokus ke software di Galaxy S25 series. HP ini hadir dengan One UI 7 berbasis Android 15, dan fitur AI jadi daya tarik utama.

Fitur Galaxy AI yang gue suka:
✅ AI-powered search di Gallery dan Settings – Lo bisa cari foto atau pengaturan cukup dengan deskripsi suara atau teks.
✅ Virtual Aperture di Expert RAW – Portrait mode jadi lebih natural dan lebih bisa diatur layaknya kamera beneran.
✅ AI Select (dulu Smart Select) – Bisa otomatis buat GIF dari video atau nerjemahin teks di layar.

Baca: Samsung Galaxy S25 Ultra: Apakah Worth It untuk Upgrade?

Tapi ada satu masalah: terlalu banyak fitur AI yang bekerja di tempat berbeda. Misalnya, fitur AI search di Settings gak bisa dipakai lewat Gemini, yang sekarang menggantikan Bixby. Kalau gak diatur dengan baik, pengguna bisa bingung, dan itu bakal bikin fitur AI ini terasa kurang berguna.

Kesimpulan: Worth It atau Gak?

Kalau lo pakai Galaxy S22 atau lebih lama, mungkin Galaxy S25 dan S25 Plus bisa jadi pilihan upgrade yang oke. Tapi kalau lo pakai Galaxy S23 atau S24, lebih baik skip aja.

✅ Beli kalau:
✔ Lo butuh performa lebih kencang dari Snapdragon 8 Elite.
✔ Lo masih pakai Galaxy S21 atau lebih lama.
✔ Lo pengen fitur Galaxy AI terbaru tanpa nunggu update di model lama.

❌ Jangan beli kalau:
✖ Lo udah punya Galaxy S23 atau S24.
✖ Lo berharap upgrade besar di kamera atau baterai.
✖ Lo pengen pengalaman flagship terbaik (mending sekalian beli Ultra).

Samsung harus bener-bener nge-revamp seri Galaxy S26 kalau gak mau ketinggalan. Karena kalau tren kayak gini terus, orang bakal makin males upgrade, dan itu bisa jadi masalah buat brand mereka ke depannya.

Samsung Galaxy S25 & S25 Plus: Worth It atau Cuma Gimmick?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas