GTA777 – Motorola Moto G (2025) hadir sebagai ponsel pintar berbudget yang mengakui keterbatasannya, namun tetap menawarkan nilai yang cukup menarik bagi segmen pembeli tertentu. Dengan harga terjangkau, kompromi memang tak terhindarkan. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah kompromi tersebut sejalan dengan prioritas Anda? Saya telah menggunakan Moto G (2025) untuk mengevaluasi apakah ponsel ini layak dibeli atau apakah lebih baik menginvestasikan sedikit lebih banyak untuk mendapatkan ponsel dengan performa yang jauh lebih baik.
Spesifikasi Motorola Moto G (2025)
Berikut adalah ringkasan spesifikasi utama Moto G (2025):
- Dimensi: 167.05 x 76.30 x 8.16 mm
- Berat: 193 gram
- Layar: 6.7 inci LCD HD+ (1604 x 720 piksel), refresh rate 120Hz
- Prosesor: MediaTek Dimensity 6300
- RAM: 4GB (dapat ditingkatkan hingga 12GB dengan RAM Boost)
- Penyimpanan: 64GB/128GB (dapat diperluas hingga 1TB via microSD)
- Sistem Operasi: Android 15 dengan Hello UI
- Konektivitas: 5G, NFC, GPS, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, USB-C, jack 3.5mm, Bluetooth 5.3, Dual SIM (1 fisik, 1 eSIM)
- Kamera:
- Belakang: 50MP (utama, f/1.8) + 2MP (makro, f/2.4)
- Depan: 16MP (f/2.4)
- Daya Tahan: IP54, Corning Gorilla Glass 3
- Baterai: 5.000mAh dengan pengisian cepat 30W
- Warna: Forest Gray, Sapphire Blue
- Harga: $200
Desain: Elegan dan Ergonomis
Moto G (2025) tidak terlihat seperti smartphone budget pada pandangan pertama. Desainnya ramping, ringan, dan terkesan premium. Bagian belakangnya menggunakan bahan vegan leather berwarna Forest Gray yang tidak hanya memberikan kesan elegan, tetapi juga meningkatkan cengkeraman. Bingkai plastik dengan sentuhan cat metalik berhasil menciptakan ilusi bahan premium, meskipun sebenarnya terbuat dari plastik.
Tombol power yang berfungsi ganda sebagai pemindai sidik jari bekerja dengan baik, meskipun posisinya di samping sering menyebabkan ponsel terkunci secara tidak sengaja saat dipegang. Di sisi lain, tombol volume terasa kurang responsif, mengingatkan kita bahwa ini masih ponsel budget. Port USB-C dan jack 3.5mm terletak di bagian bawah, sementara slot SIM dan microSD berada di sisi kiri. Dua speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos menghasilkan suara yang jernih dan cukup bertenaga.
Layar: Cukup untuk Penggunaan Sehari-hari
Layar 6.7 inci LCD HD+ dengan refresh rate 120Hz terlihat cukup tajam untuk aktivitas sehari-hari, meskipun resolusi 1604 x 720 piksel (263 ppi) terbilang rendah untuk standar saat ini. Refresh rate tinggi membantu membuat tampilan lebih halus, meskipun performa terkadang terganggu oleh prosesor yang kurang bertenaga dan RAM terbatas.
Layar ini dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3 yang tahan gores, meskipun tidak sekuat layar flagship. Dengan kecerahan puncak 1.000 nits, layar ini cukup terang untuk penggunaan dalam ruangan, tetapi bisa menjadi tantangan di bawah sinar matahari langsung.
Performa: Terbatas, tapi Masih Bisa Diandalkan
Ditenagai oleh MediaTek Dimensity 6300 dan RAM 4GB, performa Moto G (2025) cukup untuk penggunaan sehari-hari, meskipun terkadang terasa lambat saat membuka aplikasi atau beralih antar-tugas. Fitur RAM Boost yang dapat menambah RAM virtual hingga 8GB membantu meningkatkan performa multitasking, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan lag.
Dalam pengujian Geekbench 6, Moto G (2025) mencetak skor 729 (single-core) dan 2100 (multi-core), yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti Nothing CMF Phone 1 dan Samsung Galaxy A35. Namun, untuk gaming ringan seperti PUBG, ponsel ini masih bisa diandalkan.
Kamera: Bercahaya Cukup, tapi Terbatas
Kamera utama 50MP menghasilkan foto yang cukup baik dalam kondisi cahaya terang, meskipun rentang dinamisnya terbatas. Kamera makro 2MP terasa seperti tambahan yang kurang berguna, sementara kamera depan 16MP cukup memadai untuk selfie dan panggilan video.
Masalah utama terletak pada performa aplikasi kamera yang lambat, terutama saat menggunakan mode malam. Shutter lag sering terjadi, membuat foto bergerak terlihat buram.
Software: Hampir Stock Android
Moto G (2025) menjalankan Android 15 dengan antarmuka Hello UI yang hampir mirip dengan stock Android. Beberapa fitur khas Motorola seperti “Chop to Flash” dan screenshot dengan tiga jari masih ada. Namun, ada beberapa bloatware yang bisa dihapus jika tidak diperlukan.
Motorola menjanjikan dua tahun pembaruan OS dan tiga tahun pembaruan keamanan, yang lebih baik dari model sebelumnya, tetapi masih kalah dibandingkan pesaing seperti Samsung yang menawarkan pembaruan lebih lama.
Baterai: Daya Tahan Luar Biasa
Dengan baterai 5.000mAh, Moto G (2025) mampu bertahan seharian penuh bahkan dengan penggunaan berat. Pengisian cepat 30W dapat mengisi baterai dari 0% hingga 50% dalam 30 menit, dan penuh dalam 1 jam 15 menit.
Harga dan Ketersediaan
Moto G (2025) dibanderol dengan harga $199.99, menjadikannya pilihan menarik untuk pengguna yang mengutamakan desain dan daya tahan baterai.
Baca: iPhone 16e vs iPhone 14: Mana yang Harus Kamu Beli?
Kesimpulan
Moto G (2025) adalah ponsel budget yang tahu batasannya. Ia menawarkan desain elegan, baterai tahan lama, dan performa yang cukup untuk penggunaan sehari-hari. Namun, jika Anda mengutamakan performa lancar atau kamera berkualitas, mungkin lebih baik mempertimbangkan ponsel lain seperti Nothing CMF Phone 1 atau Google Pixel 7a yang menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga sedikit lebih tinggi.