Samsung Galaxy S25: Kamera Baru, Filter Baru, Tapi Apakah Lebih Baik dari Apple?

GTA777 – Saat Samsung mengumumkan bahwa Galaxy S25 tidak akan mengalami banyak perubahan dari sisi hardware kamera, jujur saja, saya agak bingung harus merasa senang atau biasa saja. Bukan berarti kamera di Galaxy S24 jelek—justru sebaliknya, tetapi sulit untuk merasa terlalu bersemangat ketika sebuah ponsel terasa mirip dengan pendahulunya. Namun, keputusan Samsung untuk tidak mengubah sensor kameranya bukan berarti tidak ada inovasi sama sekali.

Alih-alih mengganti hardware, Samsung fokus pada pengembangan software kamera dan menghadirkan fitur baru yang cukup menarik: kamera filters. Kedengarannya familiar? Ya, ini mengingatkan saya pada era awal Instagram, di mana kita bisa menambahkan filter dramatis ke foto hanya dengan sekali klik. Tapi yang menjadi pertanyaan utama: Apakah fitur baru Samsung ini bisa mengungguli Apple dengan Photographic Styles-nya?

Apa yang Ditawarkan Filter Kamera Samsung di Galaxy S25?

Sebelum membandingkan fitur ini dengan Apple Photographic Styles, mari kita lihat apa yang sebenarnya ditawarkan Samsung melalui filter kameranya.

Secara konsep, filter pada kamera smartphone bukan hal baru. Kita sudah lama bisa memotret dalam mode hitam putih, sepia, atau dengan berbagai efek lainnya. Namun, yang membuat Galaxy S25 berbeda adalah kemampuannya menyesuaikan filter secara mendalam. Jadi, ini bukan sekadar memilih filter lalu selesai, tetapi kita bisa mengubah elemen dalam filter tersebut untuk menciptakan tampilan unik sesuai selera.

Setelah memilih salah satu dari 10 filter bawaan, kita bisa mengatur intensitas filter, suhu warna, saturasi, serta grain (ISO buatan). Ini mengingatkan saya pada fitur film simulation dari Fujifilm, yang terkenal di kalangan fotografer karena memberikan pengalaman seperti menggunakan kamera analog klasik.

Galaxy AI: Kustomisasi Filter Sesuai Gaya Fotografi Pribadi

Tapi ada satu fitur yang benar-benar membuat filter Samsung lebih fleksibel dibandingkan dengan Fujifilm atau Apple: kemampuan Galaxy AI untuk membuat filter dari foto yang sudah ada.

Jadi, alih-alih hanya memilih dari daftar filter bawaan, kita bisa menciptakan filter sendiri berdasarkan foto yang pernah kita ambil. Prosesnya cukup sederhana:

  1. Pilih opsi filter khusus dengan ikon “+” dan warna swirl khas Galaxy AI.
  2. Pilih salah satu foto dari galeri yang ingin dijadikan referensi.
  3. Sistem akan otomatis mengekstrak karakteristik warna dari foto tersebut.
  4. Kita bisa melakukan penyempurnaan dengan menyesuaikan grain, suhu, saturasi, dan intensitas.
  5. Simpan filter tersebut dan gunakan untuk foto-foto berikutnya.

Fitur ini benar-benar menarik karena kita bisa menciptakan gaya foto khas yang sesuai dengan preferensi masing-masing. Misalnya, jika saya suka tampilan sinematik dengan tone warm ala film-film Wes Anderson, saya bisa mengambil referensi dari salah satu foto saya dan membuat preset khusus yang selalu bisa saya gunakan kembali.

Selain itu, filter yang sudah dibuat juga bisa digunakan untuk mengedit foto yang sudah diambil melalui aplikasi Samsung Gallery.

Samsung vs Apple: Mana yang Lebih Baik?

Lalu, apakah filter kamera di Galaxy S25 lebih unggul dibandingkan Apple Photographic Styles?

Dari sisi fleksibilitas, saya harus mengakui bahwa Samsung menawarkan lebih banyak kebebasan dalam menyesuaikan filter. Kita bisa mengatur hampir semua aspek dari filter yang digunakan, sedangkan Apple hanya memberi opsi untuk menyesuaikan Tone, Warna, dan Palette.

Namun, ada satu hal yang menurut saya lebih baik di Apple: kejelasan identitas masing-masing filter.

Apple menamai filter mereka dengan nama yang langsung mencerminkan efek yang diberikan, seperti Vibrant, Natural, Luminous, Dramatic, dan Quiet. Dari nama saja, kita bisa langsung membayangkan hasil akhirnya. Sementara itu, Samsung memilih nama seperti Breeze, Pulse, Crystal, Shiver, Chill, Glow, Amber, Sunbeam, Shade, dan Shadow—yang kadang sulit dibedakan satu sama lain.

Dalam beberapa kasus, saya merasa beberapa filter Samsung terlihat sangat mirip. Breeze, Pulse, dan Crystal misalnya, memiliki rentang suhu warna dan kontras yang hampir sama, sehingga sulit menentukan kapan sebaiknya menggunakan masing-masing filter.

Baca: Review Samsung Galaxy S25 Plus: Daya Tahan yang Mengesankan

Tapi dari segi hasil akhir, perbedaan terbesar terlihat ketika membandingkan filter Amber dari kedua merek. Apple memberikan efek yang lebih cerah dengan tone amber yang lebih hangat, sementara Samsung lebih fokus pada akurasi warna, menghasilkan tampilan yang lebih natural.

Kesimpulan: Samsung atau Apple?

Jadi, mana yang lebih baik? Kalau kamu suka filter yang bisa dikustomisasi sepenuhnya, Samsung Galaxy S25 jelas lebih unggul. Dengan Galaxy AI, kita bisa menciptakan filter unik yang sesuai dengan gaya pribadi, bahkan mengambil referensi dari foto lama. Fleksibilitas ini membuat pengalaman fotografi lebih personal.

Namun, kalau kamu lebih suka filter yang simpel dan langsung bisa digunakan tanpa banyak penyesuaian, Apple Photographic Styles bisa jadi pilihan yang lebih praktis. Identitas setiap filter lebih jelas, jadi kita tidak perlu repot mencoba satu per satu untuk menemukan yang paling sesuai.

Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada preferensi masing-masing. Saya sendiri merasa bahwa Samsung semakin mendekati Apple dalam hal software kamera, dan fitur ini membuktikan bahwa mereka mulai memahami pentingnya personalisasi dalam fotografi mobile.

Samsung Galaxy S25: Kamera Baru, Filter Baru, Tapi Apakah Lebih Baik dari Apple?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas